Wednesday, April 29, 2015

Ibu Bekerja Tetap Harus Menyusui

SIBUK bekerja dan berkarir bukan menjadi alasan bagi seorang ibu untuk tidak memberikan ASI (air susu ibu) ekslusif terhadap si buah hati. Berbagai upaya bisa dilakukan. Kendala yang ada juga dapat diatasi atau disiasati. Asalkan, sang ibu yakin dan mau memberikan yang terbaik buat si kecil.

Itulah yang coba diyakinkan Dokter Lucia Pudyastuti R. SpA saat seminar Ibu Bekerja, Siaga Menyusui kepada ibu-ibu di RSK St Vincentius A. Paulo, Sabtu (21/9). Dia menyatakan mendapat berbagai keluhan yang disampaikan para ibu dalam menyusui. Misalnya, ukuran payudara yang kecil, puting yang terbenam, ASI yang kurang atau bahkan tidak keluar, dan bayi yang rewel.

"Ada saja keluhan yang disampaikan. Repot, Dok. Ribet, saya jadi gak bisa ke mana-mana. Sama suami gak boleh, nanti nggak seksi lagi. Ada juga yang bilang, saya mampu beli sufor (susu formula) kok, yang mahal sekalipun, dan bla blaa...," ungkap Lucia menirukan alasan yang diutarakan para pasiennya.

Menurut dia, semua masalah itu tidak bisa dijadikan alasan. Sebab, manfaat ASI tidak diragukan lagi. ASI juga merupakan makanan paling cocok bagi bayi. Memang, tak semua ibu bisa memberikan ASI dengan lancar. "Tapi bukan tidak mungkin," tegas dokter spesialis anak tersebut. Karena itu, calon ibu harus siap secara fisik dan mental.

Fase penting produksi ASI adalah saat bayi lahir hingga 30-72 jam. Jadi, upayakan bayi memperoleh ASI. Meski ASI yang keluar hanya sedikit, para ibu jangan tergoda dan buru-buru memberikan susu tambahan. Sebab, kapasitas lambung bayi sejatinya sangat kecil.

Pada hari pertama, bayi cukup minum 5-7 ml per sekali minum. Saat itu, ASI mengandung kolostrum atau antibodi yang hanya terdapat pada ASI. "Kapasitas lambung pada saat itu kurang lebih seperti kelereng," jelas Lucia sambil menunjukkan ukuran kelereng.

Pada hari ketiga, kapasitas lambung seukuran bola bekel dan pada hari ke-10 sebesar bola pingpong. "Bayi sendiri memiliki cadangan glikogen dan lemak sampai lima hari. Karena itu, bila ASI tidak keluar, jangan terburu-buru memberikan susu formula," ungkap Lucia. (kit/c14/nw)

Previous
Next Post »